Lompat ke isi utama

Berita

Humas Harus Tepat Sasaran, Menyebar Sebanyak-Banyaknya Informasi, Bisa Menangkal Hate Speech dan HOAX.

Rapat Evaluasi Nasional Kehumasan Bawaslu Dalam Penyelenggaraan Pemilu Dalam Persipaan Kehumasan Pada Pemilihan Serentak Tahun 2024

Rapat Evaluasi Nasional Kehumasan Bawaslu Dalam Penyelenggaraan Pemilu Dalam Persipaan Kehumasan Pada Pemilihan Serentak Tahun 2024

 

Jakarta, 30 Juni - 2 Juli 2024, Bawaslu Kota Sawahunto hadiri kegiatan "Rapat Evaluasi Nasional Kehumasan Bawaslu Dalam Penyelenggaraan Pemilu Dalam Persipaan Kehumasan Pada Pemilihan Serentak Tahun 2024". Kegiatan ini dihadiri oleh Febriboy Arnendra (Anggota Bawaslu Kota Sawahlunto ) dan Yefin Asbram (Staf Bawaslu Kota Sawahlunto). Kegiatan yang digelar oleh Bawaslu RI ini dilaksanakan di Golden Boutique Hotel Kemayoran Jakarta.

Ferdinan Eskol Tiar Sirait selaku Ketua Panitia menyampaikan Kerja-kerja kehumasan selama pemilu sangat luar biasa dan layak diapreasi terutama dalam menangkal HOAX dan hate speech dalam terlaksananya Pemilu 2024. Sebagai kunci keberhasilan kehumasan tentu dengan adanya evaluasi yang dilakukan untuk menyiapkan strategi yang lebih kuat dari berbagai aspek penyebaran informasi. Mencari titik lemah, peningkatan kapasitas, sinergi dan kolaborasi akan menjadi fokus bagi kehumasan.

Pemilihan kepala daerah yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat dan humas saat ini akan menjadi refleksi kehumasan kedepannya.

Kemudian sambutan, arahan dari Lolly Suhenty selaku Koordinator Divisi Pencegahan,Parmas, dan Humas Bawaslu RI dalam sambutannya mengatakan Humas harus berani bicara dan Humas harus bisa cepat merespon sinyal-sinyal yang kurang tepat berkaitan dengan informasi. Merefleksikan apa yang telah dilakukan dipemilu tahun 2024 sebagai pijakan menyongsong pemilihan serentak tahun 2024.

1. Dari pantauan lokasi, netizen dari wilayah Jawa Tengah paling aktif memperbincangkan seputar Bawaslu di periode ini.
2. Adapun dari segi gender, percakapan soal BAWASLU menarik bagi laki-laki dengan total 78,35% dibanding perempuan yang hanya 21,65%.
3. Sementara usia yang paling ramai memperbincangkan terkait Bawaslu adalah pada rentang 31-40 tahun.

Catatan Pemilu 2024 :
1. Medsos berperan penting. Engagement medsos menunjukkan pola yang sama dengan hasil survey lapangan ketimbang media mainstream.
2. Tren medsos berubah. Dinamika medsos mengikutit ren. Setiap platform memiliki karakter yang berbeda.
3. Cara pengemasan (branding) menjadi penting Kemasan ringan lebih disukai - tergantung pada target audience yang akan diraih.
4. Variasi komunikasi yang otentik, inovatif, kreatif kejutan, tidak monoton.
5. Penggunaan influencer, selebgram, tiktoker cukup efektif dalam penyebaran informasi.
6. Tim komunikasi kuat, muda, dinamis menjadi kebutuhan baru. Tim yang mampu membaca memahami, dan mewujudkan kebutuhan publik.
 

 


 

Penulis dan Foto : yefin asbram
Editor : yefin asbram