Lompat ke isi utama

Berita

Pengawas Berkomitmen & Bermartabat (Sepakat) Dengan Tema “Transformasi Pengawasan Pemilu Partisipatif’

Sepakat Dengan Tema “Transformasi Pengawasan Pemilu Partisipatif’

Melalui media zoom meeting Bawaslu Kota Sawahlunto ikuti kegiatan Sepakat Dengan Tema “Transformasi Pengawasan Pemilu Partisipatif’

Sawahlunto, Senin 15 Juni 2026 || #sahabatbawaslu, Bawaslu Kota Sawahlunto Ikuti Kegiatan Senin Pengawas Berkomitmen & Bermartabat (Sepakat) Dengan Tema “Transformasi Pengawasan Pemilu Partisipatif’.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Bawaslu 50 Kota yang di buka oleh Ketua Bawaslu Provinsi Sumatera Barat yatu Bapak ALNI, SH MKN dengan peserta 19 Kab/Kota dengan Narasumber Pada Giat Sepakat oleh Kordiv HPPH Bawaslu 50 Kota yaitu Dapit Alex Sander.

Transformasi pengawasan Pemilu partisipatif dari model konvensional menuju pendekatan berbasis teknologi informasi dan komunitas mencerminkan perubahan besar dalam tata kelola demokrasi modern. Di Indonesia, perubahan ini sangat terkait dengan peran lembaga seperti Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang semakin mendorong keterbukaan, transparansi, dan keterlibatan publik dalam setiap tahapan pemilu.

Pengawasan Konvensional: Terbatas pada Struktur Formal. Pada model lama, pengawasan pemilu cenderung bersifat hierarkis dan administratif. Pengawasan dilakukan oleh lembaga resmi seperti Bawaslu.

Pergeseran ke Teknologi Informasi
Transformasi digital mengubah pola pengawasan menjadi lebih cepat, terbuka, dan berbasis data. Dalam beberapa tahun terakhir, pengawasan pemilu.

Pengawasan Berbasis Komunitas (Community-Based Monitoring)
Selain teknologi, penguatan komunitas menjadi pilar penting. Pengawasan tidak lagi hanya top-down, tetapi juga bottom-up.

Integrasi Teknologi dan Partisipasi Warga. Transformasi paling kuat terjadi ketika teknologi dan komunitas berjalan bersama.

Transformasi pengawasan pemilu partisipatif menunjukkan pergeseran dari sistem yang birokratis menuju sistem yang lebih terbuka, cepat, dan kolaboratif. Dengan dukungan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Komisi Pemilihan Umum (KPU), teknologi informasi, dan partisipasi komunitas, pengawasan pemilu menjadi lebih inklusif dan adaptif terhadap tantangan era digital.

Penulis dan Foto: Bram 

Editor: Bram